Diduga Bau Busuk Menyengat, Pengolahan Bulu Bebek di Dekat Dapur MBG: Masyarakat Mengeluhkan

Jumat, 27 Maret 2026 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ist.

Ist.

Lintasinfo.com, Kabupaten Tangerang | Bau busuk menyengat yang bersumber dari aktivitas ilegal pengolahan dan pengeringan bulu bebek di Kampung Ranca Gede, RT 005/003, Kelurahan Situ Gadung, kini mencapai titik kritis. Jumat, 27/03/2026.

Selain merampas hak warga atas udara bersih, industri tak berizin ini berdiri menantang risiko kesehatan tepat di samping fasilitas dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah program strategis nasional yang menuntut standar higienitas mutlak.

Saat dimintai keterangan di lokasi, salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya aktivitas yang mengganggu kenyamanan publik tersebut.

“Iya, ini tempat pengeringan bulu bebek. Biasanya mereka beroperasi malam hari karena kalau siang takut banyak yang komplain. Kalau dulu pembuangan limbahnya lewat selokan di depan, tapi sekarang saya tidak tahu lagi dibuang ke mana,” ungkapnya.

Baca Juga :  Resmi Mencalonkan Ketua RW 001 Kampung Bencongan: Aswadi Berjiwa Sosial

Persoalan ini memuncak setelah Kepala Desa Situ Gadung, Bapak ACA, membongkar fakta bahwa usaha tersebut beroperasi tanpa landasan hukum yang sah. Selama ini, pemilik usaha disinyalir hanya berlindung di balik Surat Keterangan Usaha (SKU) tingkat desa, yang secara regulasi bukan merupakan dokumen izin lingkungan maupun izin industri.

“Aktivitas pengeringan bulu bebek ini tidak memiliki izin resmi, hanya memegang SKU. Saya telah menginstruksikan secara tegas, hentikan polusi bau ini jika ingin tetap beroperasi, apalagi lokasinya berdampingan dengan dapur MBG yang harus steril. Koordinasi dengan pihak kecamatan sudah kami lakukan untuk penindakan,” tegas Kades ACA melalui pesan singkat.

Secara konstitusional, pengabaian izin lingkungan merupakan pelanggaran berat. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, setiap aktivitas industri wajib memiliki Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Persetujuan Lingkungan.

Baca Juga :  ‎Warga Tangkap Maling, Diduga Polisi Lepaskan Maling: APH Jatiuwung Jadi Sorotan

Tanpa dokumen tersebut, pemilik usaha dapat dijerat dengan Pasal 109 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH). Aturan ini secara eksplisit mengancam pelaku usaha tanpa izin dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun, serta denda materiil mulai dari Rp1 miliar hingga Rp3 miliar. Selain pidana, sanksi administratif berupa penyegelan dan penutupan paksa oleh Satpol PP dapat dilakukan karena pelanggaran Tata Ruang dan Perda Ketertiban Umum.

Publik kini menunggu keberanian aparat penegak Perda untuk turun ke lapangan. Tidak ada ruang bagi industri ilegal yang merusak lingkungan, apalagi yang berisiko mengontaminasi program kesehatan masyarakat seperti Makan Bergizi Gratis. Penyegelan adalah harga mati demi tegaknya supremasi hukum.

Penulis : Redaksi

Editor : Saepudin

Berita Terkait

Polisi Ringkus 4 Pelaku Curanmor Bersenpi di Tangerang
Gerak Cepat Polsek Jatiuwung Ungkap Sindikat Curanmor, Dua Pelaku Ditangkap Satu Buron
Kalau Tidak Ingin di Kritik, Jangan Jadi Pejabat Publik : Lurah Alergi Terhadap Awak Media
Tong Kosong Nyaring Bunyinya : Diduga Ini Kata yang Pantas Untuk Lurah Cimone Jaya
‎Bandel !! Diduga Pembangunan Proyek Oi Save Tidak Berizin: Satpol PP Kota Tangerang Berikan Surat Panggilan
‎Ratusan Miras di Cipondoh dan Pinang Diamankan Satpol PP Kota Tangerang
‎Pelaksana Proyek Indomaret Diduga Akui Tidak Ada Izin
Bazar Sembako Murah di Legok Jadi Sorotan: Diduga Ada Kepentingan Bisnis Orang Pemda
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 13:11 WIB

Polisi Ringkus 4 Pelaku Curanmor Bersenpi di Tangerang

Senin, 20 April 2026 - 08:59 WIB

Gerak Cepat Polsek Jatiuwung Ungkap Sindikat Curanmor, Dua Pelaku Ditangkap Satu Buron

Senin, 20 April 2026 - 03:31 WIB

Kalau Tidak Ingin di Kritik, Jangan Jadi Pejabat Publik : Lurah Alergi Terhadap Awak Media

Sabtu, 18 April 2026 - 06:32 WIB

Tong Kosong Nyaring Bunyinya : Diduga Ini Kata yang Pantas Untuk Lurah Cimone Jaya

Rabu, 15 April 2026 - 14:44 WIB

‎Bandel !! Diduga Pembangunan Proyek Oi Save Tidak Berizin: Satpol PP Kota Tangerang Berikan Surat Panggilan

Berita Terbaru

Barang bukti yang di amankan di Polsek Jatiuwung Kota Tangerang.

Hukum dan Kriminal

Polisi Ringkus 4 Pelaku Curanmor Bersenpi di Tangerang

Selasa, 21 Apr 2026 - 13:11 WIB