Warga Curug Kulon Mengungsi, Pasca Ambruknya Atap Rumah: Berharap Adanya Perhatian Khusus dari Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lintasinfo.com, Kabupaten Tangerang | Peristiwa ambruknya atap rumah terjadi di Kampung Sentul, RT 02 RW 05, Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, pada 12 Maret 2026. Hingga kini, pemilik rumah masih harus mengungsi karena kondisi bangunan yang sudah tidak layak huni.

Pemilik rumah, Nana Edi Suryana, mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa meninggalkan rumah sejak kejadian tersebut karena khawatir akan keselamatan. Ia berharap adanya perhatian serius dari pemerintah terkait kondisi yang dialaminya.

“Rumah sudah tidak bisa ditempati lagi, kami terpaksa mengungsi,” ujarnya.

Pasca kejadian, pihak kelurahan bersama anggota dewan, Imam Sucipto dari PKS, telah melakukan survei ke lokasi.

Baca Juga :  Polemik Proyek Urugan Tanah di Kampung Onyam Masih Berlanjut

Dari hasil peninjauan tersebut, pihak kelurahan disebut telah menyusun proposal pengajuan bantuan ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Namun hingga saat ini, belum ada kejelasan terkait realisasi bantuan tersebut.

Selain itu, bantuan juga sempat datang dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Curug dalam bentuk sembako. Meskipun demikian, bantuan tersebut dinilai belum menyentuh kebutuhan utama korban, yakni perbaikan rumah.

Di sisi lain, hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya kehadiran langsung dari pihak kecamatan maupun kelurahan seperti camat, sekretaris camat (sekcam), maupun lurah untuk meninjau kondisi korban secara langsung.

Baca Juga :  ‎Barudak Mastam Berkolaborasi Dengan Musisi Lokal: Ngamen Bareng Untuk Anak Yatim Piatu

Kondisi ini memicu keprihatinan dari kalangan aktivis. Laskar Pasundan Indonesia (LPI) mendesak Bupati Tangerang dan Gubernur Banten untuk segera turun tangan menangani persoalan tersebut.

“Ini menyangkut kepentingan masyarakat yang sedang dalam kondisi memprihatinkan. Pemerintah daerah harus segera hadir, jangan lambat,” tegas Mansyur ketua LPI DPW Banten.

Hingga kini, korban masih menunggu kepastian bantuan dari dinas terkait untuk dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

Penulis : Redaksi

Editor : SAEPUDIN

Berita Terkait

Warga Margasari Gelar Dzikir dan Tabligh Akbar: Dalam Rangka HUT RI ke-81 & Maulid Nabi Muhammad SAW
‎Diduga APH Lambat Menangani Aduan Toko Obat Daftar G diwilayah Tangsel
Ketua RT 08 Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Perkuat Ukhuwah Islamiyyah dan Perbanyak Ibadah
Aneh!! Diduga Pencurian Aset Telkom Tidak Diketahui Oleh APH Dan Kelurahan: RW Bungkam
Adanya Dugaan Informasi Bocor ke Pengurus Obat Daftar G: Tutup Dah Tokonya
Warga Griya Indah Serpong Sulap Jalan Komplek Jadi Galeri Seni
‎Rayakan Anniversary ke-1, Alap-Alap News Group Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim
Putri Kharisya Ramadin Berulang Tahun: Putri dari Pimrus Klik Beritatv, Doa Terbaik Menyertainya
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:51 WIB

Warga Margasari Gelar Dzikir dan Tabligh Akbar: Dalam Rangka HUT RI ke-81 & Maulid Nabi Muhammad SAW

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:20 WIB

‎Diduga APH Lambat Menangani Aduan Toko Obat Daftar G diwilayah Tangsel

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Ketua RT 08 Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Perkuat Ukhuwah Islamiyyah dan Perbanyak Ibadah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Aneh!! Diduga Pencurian Aset Telkom Tidak Diketahui Oleh APH Dan Kelurahan: RW Bungkam

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Warga Griya Indah Serpong Sulap Jalan Komplek Jadi Galeri Seni

Berita Terbaru

Toko yang diduga obat daftar G berkedok toko plastik.

Hukum dan Kriminal

‎Diduga APH Lambat Menangani Aduan Toko Obat Daftar G diwilayah Tangsel

Kamis, 27 Agu 2026 - 09:20 WIB