Lintasinfo.com, Kabupaten Tangerang | Peristiwa ini mencuat setelah viral di berbagai platform media sosial, termasuk TikTok, hingga mengundang sejumlah awak media turun langsung ke lokasi untuk menggali fakta dari warga setempat. Kamis, 09/04/2026.
Polemik yang terjadi di Kampung Curug Sangereng, Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, pada Rabu (9 April 2026), kian memanas dan menyita perhatian publik.
Amirudin, warga yang disebut dalam pernyataan pihak Lurah Petir, secara tegas membantah klaim bahwa persoalan telah diselesaikan secara damai.Ia mengaku hingga saat ini belum pernah menerima permintaan maaf secara langsung.
“Tidak ada sama sekali permintaan maaf kepada saya,” tegas Amirudin saat ditemui di kediamannya.
Sebelumnya, oknum Lurah Petir disebut telah menyampaikan kepada awak media melalui pesan WhatsApp bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan, termasuk adanya permohonan maaf
.”Mengenai tanggapan itu, sebenarnya tidak seperti itu, saya dan istri pasti marah, penyampaiannya tidak tepat dan tidak mendukung,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Namun, pernyataan itu justru bertolak belakang dengan fakta yang disampaikan Amirudin.
Ketua RT setempat, Udin, berharap polemik ini dapat diselesaikan secara bijak tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Saya berharap permasalahan ini cepat selesai dan tidak berlarut-larut serta berkepanjangan,” ungkapnya.
Di sisi lain, tekanan dari warga mulai menguat. Sejumlah masyarakat Curug Sangereng mendesak agar oknum Lurah Petir beserta istrinya segera menunjukkan itikad baik dengan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.Tokoh masyarakat, Hasan Basri, menilai tindakan oknum lurah tersebut telah menyinggung perasaan warga dan memperkeruh suasana.
“Kami berharap ada itikad baik untuk meminta maaf, bukan hanya kepada Amirudin, tetapi juga kepada seluruh warga Curug Sangereng,” ujarnya.
Menurut Hasan, kedatangan oknum lurah bersama istrinya dinilai tidak beretika karena tanpa koordinasi dengan perangkat desa setempat, sehingga memicu ketegangan dan kegaduhan di lingkungan warga.
Hingga kini, masyarakat masih menanti klarifikasi resmi dan langkah konkret dari pihak terkait agar situasi kembali kondusif serta tidak berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas.
Penulis : Redaksi
Editor : SAEPUDIN








