Diduga Mutasi ASN di Bapenda Tangerang Disorot, Ada Paman dan Keponakan

Sabtu, 19 Juli 2025 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lintasinfo.com, Tangerang | Kabupaten Tangerang kembali menjadi sorotan nasional setelah pelaksanaan rotasi dan mutasi pejabat struktural yang diduga sarat kepentingan keluarga dan politik. Sebanyak 387 pejabat eselon II dan III dilantik pada pertengahan Juli 2025, namun di balik seremoni tersebut, publik menemukan pola sistemik yang mencerminkan praktik nepotisme birokrasi yang mencederai prinsip profesionalisme dan meritokrasi dalam tata kelola kepegawaian aparatur sipil negara (ASN).

Salah satu sorotan tajam tertuju pada Achmad Dadang Suhendar, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Ia dilantik menjadi Kepala Bidang Pendataan, Penilaian, dan Penetapan Pajak pada instansi yang sama. Dadang diketahui merupakan paman dari Eva Marlina, yang juga turut dilantik dari jabatan sebelumnya sebagai Kepala Subbidang Penagihan dan Penindakan menjadi Kepala UPTD Pajak Daerah Wilayah II.

Keduanya berasal dari satuan kerja yang sama dan menangani sektor pendapatan daerah, sehingga menimbulkan kekhawatiran atas potensi konflik kepentingan dalam pengelolaan pajak dan retribusi.

Praktik semacam ini dianggap menyimpang dari ketentuan hukum yang berlaku. Dalam PermenPAN-RB No. 17 Tahun 2024, Pasal 6 huruf b menegaskan bahwa konflik kepentingan mencakup relasi kekerabatan dalam penempatan jabatan. Pasal 8 dengan tegas melarang pengangkatan kerabat dalam jabatan saling terkait karena bertentangan dengan prinsip merit, sementara Pasal 24 bahkan mewajibkan atasan langsung untuk menolak usulan pengangkatan yang berpotensi menimbulkan konflik tersebut.

Baca Juga :  ‎Camat Kelapa Dua Perintahkan Setiap Kelurahan Diwilayahnya, Berikan Himbauan SE Bupati Tangerang ke Setiap Pelaku Usaha

Lebih jauh, UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN memperkuat aturan ini. Dalam Pasal 3 ditegaskan bahwa ASN harus dikelola berdasarkan sistem merit, yakni pengangkatan dan mutasi berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan prestasi. Pasal 9 mewajibkan ASN untuk netral, tidak dipengaruhi kepentingan politik maupun nepotisme. Selain itu, PP No. 11 Tahun 2017 jo. PP No. 17 Tahun 2020, dalam Pasal 66 ayat (3), dengan jelas menyatakan bahwa mutasi tidak boleh menimbulkan konflik kepentingan.

Kritik keras datang dari praktisi hukum dan aktivis integritas tata kelola pemerintahan, Medi Yansah, S.H., M.H., yang menyatakan bahwa penempatan paman dan keponakan dalam satu rantai struktural urusan keuangan daerah adalah bentuk penyimpangan yang terang benderang. Menurutnya, walaupun hubungan itu tidak langsung dengan kepala daerah, praktik ini tetap melanggar etika birokrasi, mengikis profesionalisme, dan menimbulkan kecemburuan struktural di kalangan ASN.

“Mutasi ASN seharusnya menjadi alat meritokrasi, bukan sarana pewarisan jabatan kepada keluarga,” tegasnya kepada awak media.

Ia juga mendesak agar Kemendagri, KASN, dan Ombudsman RI segera turun tangan untuk mengevaluasi dan membatalkan penempatan yang bermasalah ini, karena jika dibiarkan, akan menjadi preseden buruk dalam birokrasi daerah.

Meski proses pelantikan telah dilaksanakan, masyarakat menilai bahwa belum dilakukannya serah terima jabatan seharusnya membuka ruang untuk tindakan korektif. Dalam kondisi seperti ini, Kemendagri sebagai pihak yang memberikan persetujuan akhir terhadap mutasi dalam enam bulan pasca-pelantikan kepala daerah, berdasarkan Pasal 162 ayat (3) UU No. 10 Tahun 2016, memiliki kewenangan penuh untuk membatalkan pengangkatan tersebut. Pembiaran atas praktik nepotisme administratif di Bapenda Kabupaten Tangerang ini justru akan menciptakan budaya permisif dan mempercepat kerusakan moral birokrasi daerah. Karena itu, desakan publik yang terus mengalir, termasuk melalui media sosial dan kanal pengaduan resmi, harus dijadikan peringatan serius.Medi Yansah mendorong agar Komisi ASN (KASN), Inspektorat Daerah, dan Ombudsman RI segera memeriksa kebijakan mutasi tersebut, terutama jika terdapat indikasi pelanggaran prosedur dan nilai dasar ASN.“ASN yang kompeten seharusnya diberikan ruang untuk berkembang, bukan dikalahkan oleh hubungan kekerabatan. Mutasi bukan tempat mewariskan jabatan kepada keluarga,” tegasnya.

Baca Juga :  Sertijab dan Pelantikan Gubernur Serta Wagub Banten: Kapolda Beri Apresiasi

Jika prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) ingin ditegakkan, maka pengangkatan ASN yang sarat konflik kepentingan harus dihentikan. Pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri, tidak bisa berdiam diri di tengah gejolak ini. Demi menciptakan birokrasi yang bersih, profesional, dan bebas dari praktik penyimpangan kekuasaan, penempatan Eva Marlina dan Achmad Dadang Suhendar harus ditinjau ulang dan dibatalkan. Negara hukum tidak boleh tunduk pada hubungan darah atau loyalitas keluarga dalam struktur ASN. Sebab jika hal ini dibiarkan, maka birokrasi akan berubah menjadi “kerajaan kecil” yang diwariskan secara turun-temurun—bertentangan dengan amanat reformasi dan prinsip keadilan sosial.

Berita Terkait

Warga Margasari Gelar Dzikir dan Tabligh Akbar: Dalam Rangka HUT RI ke-81 & Maulid Nabi Muhammad SAW
‎Diduga APH Lambat Menangani Aduan Toko Obat Daftar G diwilayah Tangsel
Ketua RT 08 Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Perkuat Ukhuwah Islamiyyah dan Perbanyak Ibadah
Aneh!! Diduga Pencurian Aset Telkom Tidak Diketahui Oleh APH Dan Kelurahan: RW Bungkam
Adanya Dugaan Informasi Bocor ke Pengurus Obat Daftar G: Tutup Dah Tokonya
‎Rayakan Anniversary ke-1, Alap-Alap News Group Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim
Putri Kharisya Ramadin Berulang Tahun: Putri dari Pimrus Klik Beritatv, Doa Terbaik Menyertainya
Futsal Mini Liga Mastam RW 03 Sangat Meriah: Semangat 45
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:51 WIB

Warga Margasari Gelar Dzikir dan Tabligh Akbar: Dalam Rangka HUT RI ke-81 & Maulid Nabi Muhammad SAW

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:20 WIB

‎Diduga APH Lambat Menangani Aduan Toko Obat Daftar G diwilayah Tangsel

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Ketua RT 08 Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Perkuat Ukhuwah Islamiyyah dan Perbanyak Ibadah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Aneh!! Diduga Pencurian Aset Telkom Tidak Diketahui Oleh APH Dan Kelurahan: RW Bungkam

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:39 WIB

‎Rayakan Anniversary ke-1, Alap-Alap News Group Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim

Berita Terbaru

Toko yang diduga obat daftar G berkedok toko plastik.

Hukum dan Kriminal

‎Diduga APH Lambat Menangani Aduan Toko Obat Daftar G diwilayah Tangsel

Kamis, 27 Agu 2026 - 09:20 WIB