Kasus Korupsi Ratusan Triliun di Pertamina, Kejagung Tetapkan Dua Tersangka Baru dari Posisi Strategis

Senin, 3 Maret 2025 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lintasinfo.com, Jakarta – Kasus dugaan korupsi di tubuh PT Pertamina (Persero) semakin membusuk. Kali ini, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan dua tersangka baru yang memiliki posisi strategis di PT Pertamina Patra Niaga, yakni Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga, Maya Kusmaya, serta VP Trading Operation, Edward Corne.

Dalam keterangan resminya, pihak Kejagung mengungkap peran sentral kedua tersangka baru ini. Maya Kusmaya dan Edward Corne disebut berperan langsung dalam praktik pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 90 atau bahkan di bawahnya dengan harga jauh lebih mahal, yaitu setara harga RON 92 (Pertamax). Praktik curang ini dilakukan atas persetujuan dan arahan langsung Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan (RS), yang sebelumnya telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

“Peran keduanya sangat jelas dan signifikan dalam skandal ini. Mereka secara sadar melakukan pembelian produk kualitas rendah namun membayarnya dengan harga tinggi. Akibatnya, negara mengalami kerugian hingga triliunan rupiah karena pembayaran impor yang membengkak namun kualitas barang jauh di bawah standar seharusnya,” tegas Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung dalam konferensi pers hari ini.

Baca Juga :  Said Didu Umumkan "Kemerdekaan" Banten dari Proyek PIK-2 yang Kontroversial

Dengan penambahan dua tersangka baru ini, total tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang selama periode 2018-2023 ini menjadi sembilan orang. Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan tujuh tersangka, terdiri dari empat pejabat internal Pertamina dan tiga pihak swasta.

Kasus ini menjadi salah satu skandal korupsi terbesar dalam sejarah BUMN Indonesia, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp193,7 triliun. Terlebih lagi, skandal ini secara terang-terangan meruntuhkan kepercayaan publik terhadap Pertamina sebagai perusahaan negara yang seharusnya melindungi kepentingan rakyat.

Di tengah kemarahan publik yang terus meningkat, banyak masyarakat yang melaporkan kerugian langsung mereka ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Hingga kini, pengaduan terus bertambah, dengan tuntutan tegas dari warga agar Pertamina segera melakukan reformasi total, atau bahkan sebagian masyarakat secara terbuka mengusulkan agar Pertamina dibubarkan saja.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Subianto Beri Penghormatan Terakhir: Kenang Mgr Petrus Turang, Sosok Berprinsip dan Penuh Dedikasi

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti sampai di sini. “Kami tidak akan pandang bulu dalam mengusut kasus ini. Semua pihak yang terlibat, berapapun jumlahnya, setinggi apapun jabatannya, pasti akan kami jerat dan kami proses secara hukum,” tandasnya dengan nada tegas.

Kejagung juga mengimbau kepada seluruh pihak, baik internal Pertamina maupun pihak swasta yang terlibat, agar kooperatif dalam proses penyidikan. “Kami pastikan tidak ada ruang aman bagi para koruptor yang merugikan negara dan menyengsarakan rakyat Indonesia,” tutupnya.(PW)

Berita Terkait

Prabowo Cek Langsung Bener Meriah Aceh: Meski Tak Punya Tongkat Nabi Musa, tapi Kami Bekerja Keras
Tinjau Posko Pengungsian di Takengon, Prabowo Pastikan Warga Tidak Sendiri
Haru dan Harapan Warga Aceh Tamiang Menanti Rumah Layak Pascabanjir Usai Ditengok Prabowo
Prabowo Cek Langsung Aceh Tamiang: Mohon Maaf Jika Masih Ada Kekurangan, Pemerintah Terus Bekerja
Dugaan Tingkah Laku Misterius Oknum PPTK Bidang Bina Marga PUPR Langsa Mencuat ke Publik
Rapat Konsolidasi LBH-BAS: Komitmen Jaga Integritas dan Soliditas LembagaBogor
SMSI Apresiasi TNI/Polri Dalam Menjaga Stabilitas Nasional
Affan Bukan Masa Pendemo, Driver Ojol Yang Pekerja Keras dan Menjadi Tulang Punggung Keluarga
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Desember 2025 - 10:17 WIB

Prabowo Cek Langsung Bener Meriah Aceh: Meski Tak Punya Tongkat Nabi Musa, tapi Kami Bekerja Keras

Sabtu, 13 Desember 2025 - 10:14 WIB

Tinjau Posko Pengungsian di Takengon, Prabowo Pastikan Warga Tidak Sendiri

Sabtu, 13 Desember 2025 - 10:07 WIB

Haru dan Harapan Warga Aceh Tamiang Menanti Rumah Layak Pascabanjir Usai Ditengok Prabowo

Jumat, 12 Desember 2025 - 11:37 WIB

Prabowo Cek Langsung Aceh Tamiang: Mohon Maaf Jika Masih Ada Kekurangan, Pemerintah Terus Bekerja

Jumat, 24 Oktober 2025 - 12:12 WIB

Dugaan Tingkah Laku Misterius Oknum PPTK Bidang Bina Marga PUPR Langsa Mencuat ke Publik

Berita Terbaru