Bazar Sembako Murah di Legok Jadi Sorotan: Diduga Ada Kepentingan Bisnis Orang Pemda

Senin, 13 April 2026 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga sedang mengantri sembako di Kecamatan Legok.

Warga sedang mengantri sembako di Kecamatan Legok.

Lintasinfo.Com, Kabupaten Tangerang | Guna menjaga stabilitas harga pangan dan menekan laju inflasi daerah, pemerintah pusat melalui kolaborasi dengan berbagai Pemerintah Daerah (Pemda) kembali menggelar program Bazar Tebus Murah Pangan di momen-momen tertentu, seperti menjelang hari raya keagamaan. Langkah ini diambil sebagai respons atas fluktuasi harga kebutuhan pokok yang berdampak pada daya beli masyarakat.

Program ini didanai melalui optimalisasi anggaran pemerintah, khususnya APBD, tujuannya antara lain untuk memberikan subsidi langsung pada komoditas pangan utama. Melalui mekanisme “Tebus Murah”, masyarakat dapat memperoleh paket sembako dengan harga yang jauh di bawah harga pasar.

Salah satunya yakni bazar paket sembako murah yang direalisasikan oleh satuan kerja Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang dengan total nilai anggaran sebesar Rp. 457 Juta. Senin, 13/04/2026.

Kendati demikian, satuan kerja Kecamatan Legok hanya sebagai fasilitator atau pelaksana kegiatan, sedangkan mengenai penyedia jasa, penunjukan dan pengadaan barang (distributor bahan pokok) itu sudah ditentukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Tangerang, karena paket sembako ini merupakan program bupati.

Baca Juga :  Dari Daerah untuk Dunia SMSI, Teguhkan Komitmen Kebebasan Pers

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Camat (Sekcam) Legok, Dani Herdani yakni PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) terkait bazar paket sembako murah dirinya tidak dapat menjelaskan secara detail jumlah sembako yang sudah tersalurkan.

“Nanti agar dijelaskan langsung oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat, karena tersalurkannya tebus paket sembako ini dialah yang bertanggungjawab, hasil penjualan sembako itu akan dikembalikan ke kas daerah,” jelas Dani kepada Wartawan di lobby Kantor kerjanya.

Sementara, Yuliah Kasi Pemberdayaan Masyarakat kecamatan Legok memaparkan bahwa sembako yang sudah tersalurkan itu berjumlah 4000 Paket dengan dua kali tahap. Semuanya ada empat tahap, jadi dua tahap lagi yang belum terealisasikan.

“Isi sembakonya seperti Beras, Tepung, Minyak, Gula ditebus masyarakat dengan harga Rp. 41 Ribu, yaitu diskon 50%, warga penerima manfaat itu yang menentukan pihak desa, kami hanya menyalurkan saja, hasil dari penjualan akan dikembalikan ke kas daerah,” paparnya.

Baca Juga :  Anniversary Ke-7 Korlap PSHT Kota Tangerang Gelar Santunan Dan Kebudayaan

Kalau terkait distributor atau penyedia jasa kata Yuli, itu ditunjuk langsung dari pemerintah daerah, bukan Kecamatan yang menentukan, karena kecamatan hanya sebatas fasilitator saja.

“Penyedia jasanya saya tidak ingat, yang pasti ini program bupati dan dilaksanakan semua Kecamatan,” imbuhnya.

Kuat dugaan paket sembako murah ini ada sebuah kepentingan politik untuk membangun bisnis ditengah kekuasaan, bagaimana tidak, karena penyedia jasa atau distributor yang harusnya ditunjuk oleh satuan kerja Kecamatan malah sudah ditentukan oleh petinggi pemerintah Kabupaten Tangerang, sehingga seperti terkesan bisnis pesanan yang pelaksanaannya telah terorganisir dan sistematis.

Sampai berita ini diterbitkan, penyedia jasa atau distributor sembako murah belum dikonfirmasi.

Penulis : Redaksi

Editor : SAEPUDIN

Berita Terkait

‎Bandel !! Diduga Pembangunan Proyek Oi Save Tidak Berizin: Satpol PP Kota Tangerang Berikan Surat Panggilan
‎Ratusan Miras di Cipondoh dan Pinang Diamankan Satpol PP Kota Tangerang
‎Pelaksana Proyek Indomaret Diduga Akui Tidak Ada Izin
‎Gempar! Warga Menemukan Sosok Mayat Berseragam di Muara Kali Adem: Polisi Masih Menyelidiki‎‎
Warga Curug Kulon Mengungsi, Pasca Ambruknya Atap Rumah: Berharap Adanya Perhatian Khusus dari Pemerintah
‎Diduga Proyek Siluman Muncul di Serdang Wetan Legok: Publik Bertanya-tanya‎‎
‎Diduga Seorang Oknum TNI Aktif Kawal Galian Kabel FMI‎‎
‎Diduga Istri Lurah Ngamuk di Lapak:Pemdes Curug Sangereng Layangkan Surat ke Walikota Tangerang
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 14:44 WIB

‎Bandel !! Diduga Pembangunan Proyek Oi Save Tidak Berizin: Satpol PP Kota Tangerang Berikan Surat Panggilan

Rabu, 15 April 2026 - 14:25 WIB

‎Ratusan Miras di Cipondoh dan Pinang Diamankan Satpol PP Kota Tangerang

Selasa, 14 April 2026 - 09:57 WIB

‎Pelaksana Proyek Indomaret Diduga Akui Tidak Ada Izin

Senin, 13 April 2026 - 12:33 WIB

Bazar Sembako Murah di Legok Jadi Sorotan: Diduga Ada Kepentingan Bisnis Orang Pemda

Minggu, 12 April 2026 - 17:31 WIB

Warga Curug Kulon Mengungsi, Pasca Ambruknya Atap Rumah: Berharap Adanya Perhatian Khusus dari Pemerintah

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

‎Ratusan Miras di Cipondoh dan Pinang Diamankan Satpol PP Kota Tangerang

Rabu, 15 Apr 2026 - 14:25 WIB

Proyek pembangunan Indomaret diduga tidak berizin di wilayah Karawaci, Kota Tangerang.

Pemerintahan

‎Pelaksana Proyek Indomaret Diduga Akui Tidak Ada Izin

Selasa, 14 Apr 2026 - 09:57 WIB