Ajudan Kapolri Pukul Wartawan: Forwat Serukan Aksi Nasional Lawan Kekerasan!

Senin, 7 April 2025 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lintasinfo.com, Tangerang – Forum Wartawan Tangerang (Forwat) mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh ajudan Kapolri, Ipda Endry Purwa Sefa, terhadap seorang wartawan, Makna Zaezar, saat meliput arus balik di Semarang. Insiden pemukulan ini telah memicu kecaman luas dari berbagai komunitas pers di seluruh Indonesia.

Ketua Forwat, Andi Lala, menyatakan dengan tegas bahwa insiden tersebut merupakan tindakan kekerasan yang mencederai institusi Polri dan harus segera ditindaklanjuti. “Insiden ini tidak boleh dibiarkan. Ini adalah tindakan kekerasan yang merusak citra Polri. Harus ada tindakan tegas, karena ini bisa terjadi pada wartawan lain. Kami dengan tegas mengecam pemukulan ini,” ujar Lala.

Baca Juga :  PKBM AL-ATQIA Curug Gelar Acara Perpisahan, 185 Siswa Rayakan Kelulusan Penuh Haru dan Semangat

Sebagai bentuk solidaritas, Forwat berencana mengajak seluruh organisasi pers di Tangerang untuk turun ke jalan. “Kami menghimbau seluruh organisasi pers untuk melakukan aksi sebagai bentuk solidaritas dan mengecam tindakan represif aparat yang menghalangi kerja jurnalistik,” tegasnya.

Insiden pemukulan terjadi saat Kapolri meninjau arus balik Lebaran 2025 di Stasiun Tawang, Kota Semarang, pada Sabtu (5/4) sore. Ketika Kapolri mendekati seorang penumpang yang duduk di kursi roda di dalam area stasiun, sejumlah jurnalis dari berbagai media tengah meliput dari jarak yang wajar. Namun, tiba-tiba ajudan Kapolri melakukan tindakan arogan dengan memukul kepala seorang jurnalis dan mengancam yang lain dengan pernyataan, “Kalian pers, saya tempeleng satu-satu.”

Baca Juga :  Proyek Hotmix Aspirasi Dewan Gerindra, Diduga Mark up Anggaran

Beberapa jurnalis juga melaporkan mengalami intimidasi, termasuk didorong dan dicekik. Insiden ini menambah daftar panjang tindakan represif terhadap jurnalis di tanah air, dan menuntut perhatian serius dari pihak berwenang.

Forwat berharap agar insiden ini segera ditindaklanjuti dan memastikan keamanan bagi seluruh jurnalis yang tengah menjalankan tugasnya di lapangan.(red)

Berita Terkait

Warga Griya Indah Serpong Sulap Jalan Komplek Jadi Galeri Seni
Klarifikasi Polsek Rajeg Terhadap Pemberitaan Lintasinfo.com Terkait Tudingan “Informasi Bocor” dan “Uang Koordinasi”
Pembangunan Perumahan Puri di Rajeg Jadi Sorotan, Diduga Gunakan Solar Tanpa Dokumen Lengkap
Pertegas Komitmen Penataan Kota, SMSI Apresiasi Gerak Cepat Walikota Cilegon
Pasang Spanduk Ketua Dewan PKS  Tengah Malam Diduga Tidak Berizin
Diduga Pengawas Proyek di Pasir Randu Hanya Pajangan: Iwan di Sebut
Kerja Bakti Serentak di Wilayah RW 003, Semangat Tanpa Batas: Ini Kata Bhabinkamtibmas
Bupati Tangerang Diminta Tindak Lanjuti Temuan Ombudsman RI ‎
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Warga Griya Indah Serpong Sulap Jalan Komplek Jadi Galeri Seni

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:59 WIB

Klarifikasi Polsek Rajeg Terhadap Pemberitaan Lintasinfo.com Terkait Tudingan “Informasi Bocor” dan “Uang Koordinasi”

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:45 WIB

Pembangunan Perumahan Puri di Rajeg Jadi Sorotan, Diduga Gunakan Solar Tanpa Dokumen Lengkap

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:46 WIB

Pertegas Komitmen Penataan Kota, SMSI Apresiasi Gerak Cepat Walikota Cilegon

Senin, 25 Mei 2026 - 18:17 WIB

Pasang Spanduk Ketua Dewan PKS  Tengah Malam Diduga Tidak Berizin

Berita Terbaru

Toko obat golongan G diduga kebal hukum.

Hukum dan Kriminal

Adanya Dugaan Informasi Bocor ke Pengurus Obat Daftar G: Tutup Dah Tokonya

Jumat, 21 Agu 2026 - 06:00 WIB

Diduga gudang oli yang tidak tersentuh oleh Aparat Penegak Hukum (APH) di wilayah Jakarta Barat.

Hukum dan Kriminal

Diduga APH Tutup Mata, Maraknya Gudang Oli Palsu di Wilayah Jakarta Barat

Minggu, 16 Agu 2026 - 10:22 WIB