Diduga Kokurikuler Menjadi Alibi di Sekolah: SMPN 2 Kelapa Dua Adakan Study Tour

Kamis, 22 Januari 2026 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ist.

Ist.

Lintasinfo.com, Kabupaten Tangerang | Dalam rangka mewujudkan Kegiatan Kokurikuler, orang tua wali murid SMPN 2 Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang rela merogoh kantongnya dalam-dalam demi anak-anak mereka dapat mengikuti agenda study tour ke Kota Bandung, Jawa Barat pada hari Rabu, 21 Januari 2026.

Oleh karena itu, orang tua wali murid pasti mengatakan tidak akan merasa keberatan meski atas dasar kesepakatan bersama. Karena naluriah sebagai orang tua dalam kondisi serba kekurangan sekalipun mereka akan tetap memberikan yang terbaik demi melihat anak-anaknya tercapai keinginannya walau hati sebenarnya bertolak belakang.

Seharusnya pihak sekolah dapat mempertimbangkan serta memilih alternatif kegiatan Kokurikuler dengan cara yang lebih efektif dan efisien tanpa membebani orang tua wali murid. Karena tidak semua orang itu kaya dan mampu, masih banyak sekali yang kehidupannya dibawah garis Kemiskinan.

Memang kegiatan kokurikuler keluar daerah tersebut tidak diharuskan, namun apakah pihak sekolah tidak memikirkan segala dampak dan resikonya. Dengan banyaknya contoh korban anak sekolah yang mengalami kecelakaan lalu lintas saat perjalanan study tour apakah belum cukup untuk bahan pembelajaran. Belum lagi dampak dari segi sosial, ekonomi hingga gangguan mental psikologi anak, khususnya anak-anak yang tidak berpartisipasi dalam kegiatan study tour tersebut. Bahkan yang sangat dikhawatirkan bilamana anak-anak itu sampai dikucilkan dan akan menjadi korban bulying oleh teman sebayanya di sekolah.

Baca Juga :  Salut!! Karang Taruna Cimone Jaya Pasang Badan, Diduga Tutupi Uang Koordinasi

Saat dijumpai, orang tua wali murid SMPN 2 Kelapa Dua menyatakan bahwa dirinya rela membayar iuran sebesar Rp. 650 Ribu demi anaknya dapat mengikuti kegiatan kokurikuler ke museum di Kota Bandung.

“Ya mau gimana lagi, demi kebaikan anak ya nggak apa-apa deh, sebenarnya sedikit berat ya, uang segitu kan lumayan, yaudahlah daripada anaknya sedih nggak ikut, lebih baik saya ngalah, ikuti saja program sekolah ini,” ungkap orang tua wali murid yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara, Burhan yakni Humas SMPN 2 Kelapa Dua membenarkan adanya kegiatan kokurikuler yang dilaksanakan ke Kota Bandung. Menurutnya kokurikuler ini memang sifatnya tidak wajib, namun kokurikuler sudah masuk dalam program kurikulum.

“Kegiatan sekolah sekarang ini ada ekstrakurikuler, intrakurikuler dan kokurikuler, nah kokurikuler ini sudah termasuk dalam program dari kurikulum, dan SMPN 2 Kelapa Dua memilih kunjungan ke Bandung, mengapa kunjungannya tidak ke wilayah Banten saja, karena pilihan destinasi wisata pendidikannya terbatas,” jelas Burhan saat diwawancarai di ruang tunggu tamu sekolah.

Baca Juga :  Anggota Dewan DPRD Kabupaten Tangerang Nonce Tendean Gelar Sidang Reses ke-3

Perlu digarisbawahi kata Burhan, kegiatan ke Bandung ini bukan merupakan study tour melainkan kokurikuler yang terselenggara atas kesepakatan antara wali murid, dewan guru maupun komite. Dan untuk peserta yang mengikuti kegiatan ini dari siswa kelas 7 kelas 8 dan kelas 9, untuk keberangkatan pada Rabu, 21 Januari 2026 itu kelas 9 terlebih dahulu. Sedangkan mengenai surat edaran gubernur larangan kegiatan sekolah keluar daerah Burhan berdalih bahwa kegiatan ke Bandung tersebut bukan study tour tapi kokurikuler yang sudah termasuk program pendukung kurikulum.

“Kami sudah mengantongi izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, dari Polsek Kelapa Dua, sementara untuk rincian biaya kegiatan ke Bandung itu yang mengetahui hanya Kepala Sekolah dan Event Organizer (EO),” imbuhnya.

Sampai berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang belum dikonfirmasi.

Penulis : Redaksi

Editor : Saepudin

Berita Terkait

Tong Kosong Nyaring Bunyinya : Diduga Ini Kata yang Pantas Untuk Lurah Cimone Jaya
‎Bandel !! Diduga Pembangunan Proyek Oi Save Tidak Berizin: Satpol PP Kota Tangerang Berikan Surat Panggilan
‎Ratusan Miras di Cipondoh dan Pinang Diamankan Satpol PP Kota Tangerang
‎Pelaksana Proyek Indomaret Diduga Akui Tidak Ada Izin
Bazar Sembako Murah di Legok Jadi Sorotan: Diduga Ada Kepentingan Bisnis Orang Pemda
‎Gempar! Warga Menemukan Sosok Mayat Berseragam di Muara Kali Adem: Polisi Masih Menyelidiki‎‎
Warga Curug Kulon Mengungsi, Pasca Ambruknya Atap Rumah: Berharap Adanya Perhatian Khusus dari Pemerintah
‎Diduga Proyek Siluman Muncul di Serdang Wetan Legok: Publik Bertanya-tanya‎‎
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 06:32 WIB

Tong Kosong Nyaring Bunyinya : Diduga Ini Kata yang Pantas Untuk Lurah Cimone Jaya

Rabu, 15 April 2026 - 14:44 WIB

‎Bandel !! Diduga Pembangunan Proyek Oi Save Tidak Berizin: Satpol PP Kota Tangerang Berikan Surat Panggilan

Rabu, 15 April 2026 - 14:25 WIB

‎Ratusan Miras di Cipondoh dan Pinang Diamankan Satpol PP Kota Tangerang

Selasa, 14 April 2026 - 09:57 WIB

‎Pelaksana Proyek Indomaret Diduga Akui Tidak Ada Izin

Senin, 13 April 2026 - 06:36 WIB

‎Gempar! Warga Menemukan Sosok Mayat Berseragam di Muara Kali Adem: Polisi Masih Menyelidiki‎‎

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

‎Ratusan Miras di Cipondoh dan Pinang Diamankan Satpol PP Kota Tangerang

Rabu, 15 Apr 2026 - 14:25 WIB

Proyek pembangunan Indomaret diduga tidak berizin di wilayah Karawaci, Kota Tangerang.

Pemerintahan

‎Pelaksana Proyek Indomaret Diduga Akui Tidak Ada Izin

Selasa, 14 Apr 2026 - 09:57 WIB